سنن الدارقطني ٣١١٥: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ حَمَّادٍ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , نا عُثْمَانُ بْنُ صَالِحٍ , نا بَكْرُ بْنُ مُضَرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , حَدَّثَنِي طَاوُسٌ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّةٍ رِمِّيَّا يَكُونُ بَيْنَهُمْ بِحَجَرٍ» أَحْسَبُهُ قَالَ: «أَوْ سِيَاطٍ عَقْلُهُ عَقْلُ خَطَإٍ , وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَهُوَ قَوَدُ يَدِهِ مَنْ حَالَ دُونَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ»
Sunan Daruquthni 3115: Ibrahim bin Hammad menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Hani' menceritakan kepada kami, Utsman bin Mushlih menceritakan kepada kami, Bakar bin Mudhar menceritakan kepada kami dari Amr bin Al Harits, dari Amr bin Dinar, Thawus menceritakan kepadaku, dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Siapa saja yang terbunuh karena salah sasaran dengan lemparan yang saling dilancarkan antar mereka —aku kira beliau berkata, atau dengan cambuk— maka diyatnya sama dengan pembunuhan tak disengaja. Barangsiapa yang terbunuh dengan sengaja maka qishash ada di tangannya. Yang berusaha menghalangi hukuman maka dia mendapat laknat Allah"