سنن الدارقطني ٣٢٠٢: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْقَاضِي , وَابْنُ قَحْطَبَةَ , قَالَا: نا مَحْمُودُ بْنُ خِدَاشٍ , أنا هُشَيْمٌ , أنا إِسْمَاعِيلُ بْنُ سَالِمٍ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , قَالَ: أُتِيَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ بِزَانٍ مُحْصَنٍ فَجَلَدَهُ يَوْمَ الْخَمِيسِ مِائَةَ جَلْدَةٍ ثُمَّ رَجَمَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ , فَقِيلَ لَهُ جَمَعْتَ عَلَيْهِ حَدَّيْنِ , فَقَالَ: «جَلَدْتُهُ بِكِتَابِ اللَّهِ , وَرَجَمْتُهُ بِسُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ»
Sunan Daruquthni 3202: Al Husain bin Ismail Al Qadhi dan Ibnu Qahthabah menceritakan kepada kami, Mahmud bin Kharrasy menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, Ismail bin Salim menceritakan kepada kami dari Asy-Sya'bi, ia berkata, "Seorang pezina yang sudah menikah pernah dibawa ke hadapan Ali bin Abu Thalib. Ia lalu melaksanakan hukum cambuk atasnya seratus kali pada hari Kamis, kemudian merajamnya pada hari Jum'at. Ada yang bertanya padanya, -'Anda telah menggabung dua hukuman sekaligus?' Ia menjawab, 'Aku mencambuknya berdasarkan kitab Allah, dan merajamnya berdasarkan Sunnah Rasulullah SAW'."