سنن الدارقطني ٣٤١٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الصَّاغَانِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ , نا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ , نا قَتَادَةُ , عَنْ خِلَاسِ بْنِ عَمْرٍو , عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلَامُ , قَالَ: «الْمُرْتَدَّةُ تُسْتَأْنَى وَلَا تُقْتَلُ». خِلَاسٌ , عَنْ عَلِيٍّ لَا يُحْتَجُّ بِهِ لِضَعْفِهِ
Sunan Daruquthni 3418: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Ash-Shaghani menceritakan kepada kami, Amr bin Ashim menceritakan kepada kami, Hammad bin Salamah menceritakan kepada kami, Qatadah menceritakan kepada kami dari Khilas bin Amr, dari Ali 'alaihis salam, dia berkata,
"Wanita murtad dibujuk (untuk kembali kepada Islam) dan tidak dibunuh."
(Riwayat) Khilas dari Ali tidak bisa dijadikan sebagai hujjah, karena dia memiliki sisi kelemahan dalam meriwayatkan hadits.