hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 3603

15. Nikah

سنن الدارقطني

/229 Chapter:

Mahar

بَابُ الْمَهْرِ

3603
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya dha‘if. HR. Al Baihaqi (7/207) dari jalur periwayatan penulis. Selain itu di dalam sanadnya ada perawi bernama Ibnu Lahi'ah yang dinilai dha‘if.
سنن الدارقطني ٣٦٠٣: نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ , نا يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ , نا ابْنُ بُكَيْرٍ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ مُوسَى بْنِ أَيُّوبَ , عَنْ إِيَاسِ بْنِ عَامِرٍ , عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ , قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمُتْعَةِ , قَالَ: «وَإِنَّمَا كَانَتْ لِمَنْ لَمْ يَجِدْ فَلَمَّا أُنْزِلَ النِّكَاحُ وَالطَّلَاقُ وَالْعُدَّةُ وَالْمِيرَاثُ بَيْنَ الزَّوْجِ وَالْمَرْأَةِ نُسِخَتْ»
Sunan Daruquthni 3603: Abu Bakar bin Abu Daud menceritakan kepada kami, Ya'qub bin Sufyan menceritakan kepada kami, Ibnu Bukair menceritakan kepada kami, Abdullah bin Lahi'ah menceritakan kepada kami dari Musa bin Ayyub, dari Iyas bin Amir, dari Ali bin Abu Thalib, dia berkata, "Rasulullah SAW melarang mut'ah." Ia lanjut berkata, "Dulu dibolehkan karena belum ada (perangkat hukum lain), ketika sudah diturunkan (syariat) nikah, thalaq, iddah dan warisan antara suami dan istri, hukum kebolehan mut'ah pun dihapuskan."