hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 463

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/50 Chapter:

Hukum Air Kencing Bayi Laki-Laki dan Bayi Perempuan yang Belum Mengkonsumsi Makanan

بَابُ الْحُكْمِ فِي بَوْلِ الصَّبِيِّ وَالصَّبِيَّةِ مَا لَمْ يَأْكُلَا الطَّعَامَ

463
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya shahih: Lihat keterangan yang lalu.
سنن الدارقطني ٤٦٣: حَدَّثَنَا الْقَاضِي الْمَحَامِلِيُّ، نا ابْنُ الصَّبَّاحِ، نا عَفَّانُ , نا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ , بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ. تَابَعَهُ عَبْدُ الصَّمَدِ , عَنْ هِشَامٍ , وَوَقَفَهُ ابْنُ أَبِي عَرُوبَةَ , عَنْ قَتَادَةَ وَحَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ الدَّقِيقِيُّ أَبُو جَعْفَرٍ , نا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ , نا هِشَامٌ صَاحِبُ الدَّسْتُوَائِيِّ , عَنْ قَتَادَةَ , عَنِ ابْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَلِيٍّ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «بَوْلُ الْغُلَامِ يُنْضَحُ وَبَوْلُ الْجَارِيَةِ يُغْسَلُ». قَالَ قَتَادَةُ: هَذَا مَا لَمْ يَطْعَمَا فَإِذَا طَعِمَا غُسِلَ بَوْلُهُمَا
Sunan Daruquthni 463: Al Qadhi Al Mahamili menceritakan kepada kami, Ibnu Ash-Shabbah mengabarkan kepada kami, Affan mengabarkan kepada kami, Mu'adz bin Hisyam mengabarkan kepada kami, dengan isnad ini, seperti itu. Abdush Shamad memutaba'ah, dari Hisyam, sedangkan Ibnu Abi Arubah memauqufkannya (menyatakannya mauquf) pada Qatadah.



Dan Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Malik Ad Daqiqi Abu Ja'far menceritakan kepada kami, Abdush Shamad bin Abdul Warits mengabarkan kepada kami, Hisyam sahabatnya Ad-Dastawa'i mengabarkan kepada kami, dari Qatadah, dari ayahnya, dari Ali, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Kencingnya bayi laki-laki diperciki, sedangkan kencingnya bayi perempuan dicuci." Qatadah mengatakan, "Ini apabila keduanya belum menkonsumsi makanan, namun bila keduanya telah mengkonsumsi makanan, maka kencing mereka harus dicuci."