hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 53

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/2 Chapter:

Air yang Berubah

بَابُ الْمَاءِ الْمُتَغَيِّرِ

53
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah. HR. Al Baihaqi (1/258); Ath-Thabari di dalam At-Tahdzib (2/708) dengan lafazh 'wa lanaa maa ghabara' (dan bagi kita adalah apa yang tersisa); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/66); Ibnu Majah (1/257). Semuanya dari jalur Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan ia mengatakan: Abdurrahman [bin Zaid bin Aslam] lemah berdasarkan kesepakatan mereka. Ahmad bin Hanbal, Ali bin Al Madini, Abu Daud, Abu Zur'ah Ar-Razi dan Ad-Daraquthni menilainya lemah. Sementara Ibnu Hibban mengatakan, "Ia suka membalik berita namun ia tidak menyadarinya, sehingga kadang me- marfu '-kan (menyandarkan kepada Nabi SAW) yang mursal dan me-musnad-kannya (menyatakan sanadnya bersambung hingga Nabi SAW) yang mauquf, karena itu layak ditinggalkan."
سنن الدارقطني ٥٣: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا أَبُو سَيَّارٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُسْتَوْرِدِ , حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ , نا ابْنُ وَهْبٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْحِيَاضِ الَّتِي تَكُونُ فِيمَا بَيْنَ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةِ فَقِيلَ لَهُ: إِنَّ الْكِلَابَ وَالسِّبَاعَ تَرِدُ عَلَيْهَا فَقَالَ: «لَهَا مَا أَخَذَتْ فِي بُطُونِهَا وَلَنَا مَا بَقِيَ شَرَابٌ وَطَهُورٌ»
Sunan Daruquthni 53: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Abu Sayyar Muhammad bin Abdullah bin Al Mustaurid mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Amr bin As-Sarh mengabarkan kepadaku, Ibnu Wahb mengabarkan kepada kami, Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengabarkan kepada kami, dari ayahnya, dari 'Atha‘ dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan, "Rasulullah SAW ditanya tentang tempat pembuangan bekas haid yang terdapat di antara Makkah dan Madinah. Lalu dikatakan kepada beliau bahwa anjing dan binatang ternak sering menyambanginya, maka beliau bersabda, 'Bagi mereka (para binatang itu) adalah apa yang mereka makan ke dalam perutnya, sedangkan bagi kita tetap sebagai minuman dan alat bersuci'