hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 996

3. Shalat

سنن الدارقطني

/82 Chapter:

Keterangan Tentang Waktu-Waktu Shalat dan Perbedaan Riwayat-Riwayat Seputar Itu

بَابُ ذِكْرِ بَيَانِ الْمَوَاقِيتِ وَاخْتِلَافِ الرِّوَايَاتِ فِي ذَلِكَ

996
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: karena adanya seseorang yang tidak diketahui.
سنن الدارقطني ٩٩٦: حَدَّثَنَا الْقَاضِي أَبُو عُمَرَ , نا الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الرَّبِيعِ , ثنا أَبُو عَامِرٍ , ثنا إِبْرَاهِيمُ بْنُ نَافِعٍ , عَنْ مُصْعَبِ بْنِ مُحَمَّدٍ , عَنْ رَجُلٍ , قَالَ: أَخَّرَ طَاوُسٌ الْعَصْرَ جِدًّا فَقِيلَ لَهُ فِي ذَلِكَ , فَقَالَ: «إِنَّمَا سُمِّيَتِ الْعَصْرُ لِتَعْصُرَ»
Sunan Daruquthni 996: Al Qadhi Abu Umar menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Abu Ar-Rabi' menceritakan kepada kami, Abu Amir menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Nafi' menceritakan kepada kami, dari Mush'ab bin Muhammad, dari seorang laki-laki, ia berkata, "Thawus sangat mengakhirkan Ashar, lalu ditanyakan kepadanya mengenai itu, maka ia pun berkata, 'Sesungguhnya disebut Ashar itu karena sempit'."